selamat hari ibu untuk semua ibu hebat indonesia

9:55:00 PM






Ibu, seseorang yang bagi saya dan bagi kebanyakan orang amat sangat berarti baginya. Begitu banyak jawaban klise tentang arti Ibu jika pertanyaan diajukan kepada setiap orang, Segalanya. Ya, ibu adalah segalanya bagi kebanyakan orang termasuk saya. Tapi, ada pula yang menganggap seorang ibu bukanlah siapa-siapa, ya ada...



Ibu, sering sekali menjadi lawan beradu argumen bagi beberapa orang termasuk saya. Namun, Ibu pula yang menjadi sandaran bagi setiap keluh kesah bagi anak-anaknya pun termasuk saya. Kalau mau dideskripsikan apa arti ibu bagimu tentunya ngga cukup diceritakan dalam satu hari.

Saya memiliki ibu, dan Alhamdulillah saya juga sudah diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menjadi Ibu. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga yang biasa saja. Sambil bekerja dari rumah untuk membantu Papa memenuhi kebutuhan keluarga. Saya ingat setiap cerita yang beliau ceritakan mengenai betapa Mama Papa saya berjuang untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarga kami dahulu hingga Alhamdulillah berkecukupan seperti sekarang.

Saya juga ingat cerita beliau bagaimana beliau dipandang bahkan tidak sampai setengah mata oleh beberapa anggota keluarga yang bekerja dikantoran karena ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa yang tidak berpendidikan tinggi. Sementara tante-tante dalam keluarga saya dahulu banyak yang bekerja diperusahaan-perusahaan bagus bahkan asing. Tapi saya tersenyum... Kenapa? Karena saya bersyukur. Sebagai anak, saya bersyukur dan bangga akan ibu saya dari dulu hingga sekarang dimana saat saya paling membutuhkan beliau, beliau selalu ada. Beliau selalu ada saat saya pulang dari mana saja, jam berapapun. Menunggu anak semata wayangnya yang masih sering sekali membuatnya sedih. Saya merasa utuh. Karena saya selalu memiliki ibu saya disamping saya. Saya merasa aman dan nyaman sejak kecil.

Hingga saya dewasa, saya memilih juga untuk menjadi Ibu rumah tangga. Banyak yang menyangsikan atau malah bahkan meremehkan. Saya sendiri bingung, mengapa begitu remehnya status Ibu rumah tangga dimata kebanyakan orang padahal pekerjaan ibu rumah tangga sendiri 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu? Padahal begitu banyak orang-orang sukses yang lahir dan besar dari tangan dan pelukan seorang ibu rumah tangga yang tanpa lelah mendampingi anak-anaknya mengerjakan tugas sekolah, mengajarinya tentang kehidupan, bagaimana ia tersenyum padahal hati dan jiwanya kelelahan karena tidak pernah beristirahat mengurus suami dan anaknya, bagaimana ia menjaga belahan hati dan jiwa raganya.

Saya memilih untuk menjadi ibu rumah tangga karena saya tidak bisa melepas momen saat Nala memandang saya dengan mata bulat kecilnya yang bercahaya saat menyusu untuk pertama kalinya saat ia lahir kedunia ini. Saya tidak mau kehilangan momen saat Nala pertama kali tertawa terbahak-bahak karena saya goda, saya tidak mau melepas momen pertama kalinya Nala bisa berjalan dengan kedua kakinya sendiri tanpa saya genggam, dan terutama saya tidak mau Nala kehilangan bahu dan pelukan disaat ia menangis dan membutuhkan saya...

Banyak yang bilang "loh buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya cuma dikamar dan dapur?", atau "loh memangnya nggak bosen ya dirumah terus, ngurus anak dan suami terus?", ada pula yang bilang "sayang banget ilmunya nggak dipakai", juga "berkontribusi dong untuk lingkungan, jangan cuma dirumah tanpa ambisi!". Jawaban saya, kamar saya menjadi tempat ternyaman bagi anak saya dari segala tempat didunia ini, dan dapur saya menghasilkan makanan untuk anak saya menyambut hari-harinya yang akan mengiringi dia menjemput masa depan, bosan atau tidak adalah pilihan setiap orang, tanpa menjadi ibu rumah tangga pun setiap manusia pasti pernah melewati titik jenuh dalam hidupnya, jadi bukan karena menjadi ibu rumah tangga kemudian muncul rasa bosan, saya selalu punya cara untuk menghindari yang namanya kebosanan menjadi suatu hal yang menarik. Yang terakhir, memangnya ada yang tahu anak saya kelak akan jadi siapa? Siapa tahu saya atau ibu-ibu rumah tangga lainnya sedang merawat dan membesarkan calon presiden, atau calon peraih nobel kemanusiaan dan lingkungan, atau penemu obat untuk penderita HIV AIDS? Siapa yang tahu? Menurut saya, hal tersebut lebih dari sekedar berkontribusi bagi lingkungan.

Saya pun tidak pernah menganggap ibu yang bekerja dikantor menjadi berkurang nilai untuk dapat disebut sebagai Ibu. Kita nggak pernah tahu akan pilihan yang mereka jalani. Bisa saja mereka bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Saya memilih untuk tidak menghakimi siapapun. Namun saya juga berhak untuk tidak dihakimi dan dipandang sebelah mata.

Saya bersyukur dibesarkan dan tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta. Ada pepatah mengatakan, kita tidak dapat memilih dari siapa kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih untuk menjadi siapa bagi makhluk mungil yang kita lahirkan, dan saya memilih untuk menjadi Segalanya bagi anak-anak saya kelak...

Terakhir, apapun yang kita kerjakan, menjadi ibu rumah tangga kah atau ibu bekerja dikantor, You are the greatest person your kids ever have, so embrace it and never waste it... Selamat hari ibu para ibu hebat Indonesia...

You Might Also Like

4 comments

  1. Gue berkaca2 tal bacanya...... :') hope we will be the best mom in the world for our children.. ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gw jg nulisnya berkaca2 siitt hahaha.. amiinnn :')

      Delete
  2. Semangat eneengg, semoga gw bisa segera nyusul jadi ibu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eneeengg.. ngeblog lg nih asiikkk.. iya neeng gw doain dan aminin ya neeng sayaanggg :')

      Delete

Really love to hear what you think! ;)