Ardjuna Hotel dan CONGO resto Bandung (Part 2 end)

1:40:00 PM


Ini kedua kalinya saya menginap di Ardjuna hotel,Ciumbeleuit. Saya pribadi memilih lokasi Ciumbeleuit karena buat saya cukup strategis tapi nggak crowded. Mau ke dago tinggal belok kiri,mau ke setiabudi dan lembang tinggal kekanan. Dan disepanjang jalan Ciumbeleuit ini mulai banyak kafe dan resto lucu,padahal beberapa tahun lalu masih sepi. Paling-paling Punclut saja yang banyak orang tahu, tapi saya sih tidak merekomendasikan lesehan di Punclut, karena ternyata makanannya biasa saja mengarah ke under expectation dan nggak sebanding sama usaha perjalanan kesitu sih.


Foto hotel Ardjuna diatas saya ambil dari website-nya karena saya sudah nggak sempat untuk foto kamarnya, sudah keburu tepar duluan hehehe. Rate kamarnya lumayan, dan pada saat itu mugkin karena high season jadi agak sedikit lebih mahal dari biasanya. Tapi dengan harga segitu fasilitasnya bisa terbilang biasa saja. Makanya kepingin cari referensi hotel lagi dibandung yang lokasinya nggak jauh dari pusat kota tapi nggak crowded. Boleh share yaa kalau ada info :).

Pagi hari dihari kedua kami hanya sarapan dihotel. Selesai sarapan Nala kepingin berenang, jadilah dia berenang bersama adik sepupu saya. Nggak berenang juga sih sebenarnya, cuma main-main dipinggiran kolam yang dangkal. Siang harinya kami berencana makan siang diluar sekalian check out hotel. Tadinya mau makan diwarung langganan saya tiap ke Bandung, Warung Lela. Tapi karena sudah sering, kami akhirnya memutuskan makan ditempat yang Mama belum pernah kunjung.

Saya memutuskan untuk makan siang di Congo Cafe didaerah dago atas dekat juga dengan Warung Lela. Agak salah tempat sih sebenarnya ngajak Mama dan tante saya kesini hihihi. Karena beliau nggak suka makanan ala western. Cuma waktu itu kita cari yang terdekat saja dari hotel karena kepingin beli Brownies di Prima Rasa. Di Congo sebenanrnya cukup nyaman dari segi tempat. Better than Sierra Cafe Dago menurut saya. Menu makanannya juga lebih jelas. Ada playground kecil untuk anak-anak sekaligus galeri barang-barang dan furnitur antik. Dari dulu saya naksir banget sama meja panjang yang terbuat dari satu kayu gelondongan utuh. Tapi mau taruh dimana? Haha.

Selesai makan siang, Nala rupanya asik bermain bersama teman sebayanya diplayground. Kami pasang waze berharap dapat petunjuk jalan menuju Prima Rasa karena sudah terbayang Banana Roll-nya. Petunjuk kami ikuti dengan seksama. Perasaan saya bilang, kok jauh bener yah? Dulu rasanya nggak sejauh ini. Begitu sampai dan usut punya usut ternyata yang saya sambangi adalah Prima Rasa yang ada di Buah Batu dong! DORR! Pantesan jauh amaaattt -_-. Tapi memang sih buat saya Prima Rasa is the best apalagi Banana Roll-nya. Kemarin hampir saja pulang dengan tangan hampa akibat kehabisan Banana Roll, tapi tekad mengalahkan segalanya itu betul ya! Dan mulai saat itu saya semakin yakin kalau sikap pantang menyerah dan malu bertanya sesat dijalan itu akan berbuah manis *ini beli kue apa ikutan perang Sampit sih*. Setelah bertanya berkali-kali ke penjaga yang berbeda,akhirnya ternyata Banana Roll-nya baru selesai dibuat dan siap diletakkan kembali didisplay. Langsung dooong saya ambil dulu sebelum habis diborong dalam hitungan detik!. Benar saja, belum juga itu kue mendarat dengan selamat di rak display, sudah habis direbutin ibu-ibu!.

selesai dari situ kami pulang deh, walau jauh tapi jadi tahu sih sisi lain Bandung. Itupun masih banyak sekali tempat-tempat yang wajib diexplore. Sekian cerita jalan-jalan singkatnya,semoga membawa berkah dan manfaat hehehe.

You Might Also Like

4 comments

  1. Yg ada playgroundnya ya buat bocah itu di Congo apa dihotelnya? Pengen ngebandung jugaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu Congo nya laaa.. tp ati2 yaahh jalanan menuju kesitu lumayan naik turun..

      Delete
  2. Pengen juga coba hotelnya di foto spt nya bagus..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan sih mbak.. lokasinya ngga crowded tp ttp strategis :)

      Delete

Really love to hear what you think! ;)