HUJAN DAN RINDU...

5:42:00 PM


Dua tahun sudah raga Papa meninggalkan kita semua... Tapi bekas hangat jejaknya tidak pernah hilang sampai kapanpun dilantai rumah ini...

Musim hujan sudah datang, dan hujan selalu mengingatkan saya tentang hal-hal indah dan kenangan yang saya miliki dengan siapapun, terutama Ayah saya.


Saat hujan, biasanya kami selalu berkumpul dikamar dan menonton televisi. Seringkali pula kami minum teh dan memakan makanan kecil bersama sambil bercengkrama dan bercanda. Rindu...

Rindu mendengar suara tawa Papa yang renyah.

Papa memiliki pengaruh besar dalam hidup saya. Beliau mengajarkan banyak hal-hal teknis yang membuat saya jadi cukup handy dalam mengerjakan apa saja. Papa juga yang membuat saya mencintai dunia seni. Beliau yang mengajarkan saya bermain alat musik gitar, bernyanyi, menggambar, melukis, menulis puisi, hingga mengajarkan saya mencintai binatang apa saja.

Kalau di iklan-iklan atau divideo-video viral mengenai ayah dan anak, kira-kira begitulah gambaran ayah saya. Gambaran sempurna ayah yang mengajari anaknya bersepeda, seperti itulah ayah saya. Gambaran sempurna seorang ayah yang menggendong anaknya dipundak, seperti itulah ayah saya. Gambaran sempurna seorang ayah yang kehujanan menjemput anaknya dimanapun saya berada, seperti itulah ayah saya..

Seingat saya, Papa hampir tidak pernah marah pada saya. Sekali yang saya ingat, beliau begitu marah karena tahu saya membolos sekolah. Tapi, begitu beliau tahu alasan saya, Papa malah menyesal pernah marah, though whatever my reason is, still, i was so wrong.

Dulu saat saya kecil, kalau sakit, Papa pasti akan tanya saya mau makan apa. Apapun yang saya inginkan pasti Papa belikan asal saya mau makan.

Kami bukan berasal dari keluarga dengan materi berkelimpahan, tapi saat ada Papa semua terasa berharga dan lebih dari cukup.

I miss you Pap...

Selamat hari Ayah untuk laki-laki terbaik dalam hidupku...




You Might Also Like

0 comments

Really love to hear what you think! ;)