SHORT ESCAPE TO PUNCAK

4:00:00 PM


Beberapa waktu lalu, saya dan suami secara spontan memutuskan untuk refreshing walau hanya sekejap mata, hahaha. Sebenarnya saya sebagai ibu-ibu yang lebih banyak dirumah aja dan ngurus anak lebih sering butuh piknik khaann *alasan* hahaha. Kebetulan juga waktu itu suami sama-sama lagi jenuh, ya udah deh langsung cuss bareng anak-anak juga.

Nggak perlu jauh-jauh, cukup kepuncak yang cuma sejam perjalanan dari Jakarta. Saya cuma butuh melihat yang hijau-hijau dan udara yang segar sama jauh dari padatnya ibu kota. Tujuan utama saya biasanya ke kebun teh yang ada di PT. Gunung Mas, siapa yang nggak tahu ayo?. Karena saat saya kesana bukan diakhir pekan jadi enak banget sepiiiii... Yeaaayy.  Tapi jadinya tukang jualan dan makanan pun juga sepi sih.

Untung aja masih ada yang jualan jagung bakar, baru deh berasa di puncaknya hehehe. Pergi ke Puncak seperti ini sekaligus juga sebagai momen memperkenalkan alam ciptaan Tuhan kepada anak-anak.


Nala juga senang sekali melihat bunga-bunga liar yang tumbuh dipinggir-pinggir kebun. Dia semangat sekali memberi makan ikan yang hidup dan dipelihara didekat Mushalla kebun. Sebenarnya perkebunan ini punya potensi wisata yang cukup tinggi, tapi sayang fasilitas yang ada sudah nggak pernah diperbaharui rasa-rasanya sejak sekitar saya SMP dulu. Jadul banget, Mushallanya aja udah bocor sana-sini kalau hujan padahal sholat disitu enak banget, airnya dingin dan udaranya sejuk dingin.


Tiket masuk kesini Rp.15.000/orang dan Rp 10.000/mobil. Perkebunan ini juga punya penginapan, tapi saya nggak pernah nginep disini. Oiya, pabrik teh disini biasanya suka dikunjungi pelajar-pelajar atau grup untuk belajar proses pembuatan teh mulai dari pucuk sampai bisa diseduh.

Kalau weekend, banyak penjual souvenir atau makanan yang membuka tokonya. Murah meriah dan lucu-lucu lho. Kalau anak-anak ingin naik kuda juga bisa berkeliling kebun selama 30 menit dengan harga Rp 75.000/orang ditemani si mamang-mamang pemilik kuda. Tapi, suami saya nggak pernah kasih saya atau anak-anak untuk naik.

Dulu saya pernah naik kuda ini berkeliling kebun seingat saya, dan jalurnya emang rada ngeri sih, sepi, dan rada terjal. Kalau sendiri sih saya juga rasanya ngga berani hahaha. Berhubung hari sudah sore, kami memutuskan untuk pulang. Pas banget begitu masuk mobil, langsung turun hujan deras. Tapi karena belum puas dan belum sholat Ashar, kami memutuskan untuk mampir dulu di Cimory Riverside.


Walau nggak weekend, Cimory Riverside ini tetap ramai lho. Mungkin karena lokasinya nggak terlalu jauh keatas, harganya yang murah meriah, ada playground lengkap untuk anak, ada souvenir shop, dan punya pemandangan sungai yang besar jadi paket komplit untuk yang mau sekedar refreshing sekejap.

Saya lupa fotoin pesanan makanan kita apa aja, karena udah keburu laper hihihi. Saya pesan Banana Milk Taro pudding yang rasanya mirip Banana milk taro pudingnya Puyo dengan harga yang jauh lebih murah hihi. Nala juga happy main di Playground bawah yang lengkap dan besar.


Selesai makan, sholat ashar dan anak-anak ganti pampers kami pun benar-benar pulang. Alhamdulillah jalanan cukup bersahabat, walau pas sampai Jakarta-nya sih tetep aja ketemu macet. Tapi walau benar-benar refreshing sekejap, cukup melepas kepenatan kami sehari-hari. Jadi nggak sabar untuk pergi liburan beneran bareng keluarga nanti.



Love,
Tal

You Might Also Like

2 comments

  1. Belom pernah ke Cimory, tapi di sragen juga ada kebun teh, suka kalo lagi ke kebun teh, udaranya sejuuuk jadi bisa ngilangin stress selama dikantor :D

    http://rusydinat.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh enak banget mbak istirahat kantornya bisa kabur kekebun teh dulu hihihi..

      Delete

Really love to hear what you think! ;)