BEAUTY REVIEW: MY FACIAL WASH JOURNEY

2:47:00 PM


Hi, Moms gimana puasanya? Masih lancarkah? Hampir beberapa minggu ini puasa saya harus batal karena kami sekeluarga kurang sehat. Nimi, Nala dan saya sendiri sakit. Anak-anak terkena virus yang membuat tubuhnya mengalami demam tinggi. Saya pun mengalami flu berat yang mengakibatkan saya harus minum obat. Kemudian kualitas dan kuantitas ASI saya pun menurun, yang akhirnya membuat berat badan Nimi serta sistem pencernaannya menjadi bermasalah.


Tapi Alhamdulillah semuanya berlalu juga walau saya harus mengalah untuk tidak berpuasa demi anak-anak dan saya kembali sehat dulu seperti sedia kala. Karena cukup lelah dan stress mengenai kesehatan anak-anak kemarin, sepertinya kulit wajah saya pun ikutan stress dan akhirnya mengalami break out. Eh minggu kemarin pula, baru saja saya mau mulai puasa setelah kesehatan membaik, saya malah datang bulan untuk pertama kalinya sejak Nimi lahir. Huff pantas saja muka ancur sejadi-jadinya hiks.

Ditambah, Facial Wash favorit saya juga sudah habis dan harus menunggu PO lagi. Ngomongin mengenai facial wash, saya termasuk orang yang suka coba-coba skincare tapi lebih spesifik ke facial wash. Saya sudah mencoba beberapa facial wash hingga saat ini. Nah ini adalah beberapa dari sekian banyak facial wash yang sudah pernah saya coba, saya akan review berdasarkan pengalaman saya sendiri ya dimulai dari yang saya kurang suka sampai yang jadi favorit saya.

Disclaimer : Semua review berdasarkan opini saya sejujur-jujurnya ya. Efek dan hasil pada setiap kulit orang akan berbeda-beda. Jadi apa yang cocok dan saya suka belum tentu cocok dikamu dan kamu suka, begitupula sebaliknya. :)

1. Philosophy Purity 
Philosophy Purity ini punya tag line sebagai one-step facial cleanser yang bisa mengangkat kotoran dan minyak diwajah tanpa meninggalkan residu. Teksturnya tuh rada seperti glycerin gitu dan nggak banyak busanya. Buat saya, cleanser ini nggak memberikan efek apa-apa sih diwajah. Saya pun nggak merasa yang bersih banget setelah pakai cleanser ini. Dan yang paling ngga saya suka adalah baunya. Bau cleanser ini bau kimia banget. Saya tiap pakai ini sampe nahan napas hahaha. Mungkin karena saya terbiasa pakai cleanser tanpa fragrance ataupun kalau ada wanginya tetep yang subtle harumnya.


2. Kiehl's Clearly Corrective White (Purifying Foaming Cleanser) 
Kiehl's ini salah satu facial wash yang lumayan pricey yang pernah saya coba. Nggak tahu ya gimana dengan series yang lain, tapi cleanser ini malah bikin kulit muka saya menggelap dan bikin sedikit break out dipinggir pipi. Terus cleanser ini tipe yang ninggalin sisa-sisa licin gitu dikulit wajah saya. Dan lagi-lagi baunya yang agak kimia bikin saya makin ngga suka ditambah harganya yang lumayan pricey, jadi mungkin kalau ngga dapet sampel atau dikasih orang sih saya males repurchased lagi hehe.


3. Sebamed Clear Face Antibacterial Cleansing Foam 
Seperti namanya, cleanser ini berbentuk foam. Kalau berdasarkan claimnya yang diperuntukkan bagi orang-orang yang mengalami acne prone atau yang rentan banget jerawatan sih mungkin oke ya. Tapi saat saya gunakan sih, cleanser ini nggak terlalu kasih pengaruh apa-apa juga kekulit wajah saya. Cleanser ini juga meninggalkan rasa licin-licin dikulit juga. Tapi untuk wanginya sih oke, cuma wangi sedikit sekali hampir ngga tercium. Plusnya juga harga cleanser ini terjangkau dan mudah didapatkan di drugstore-drugstore besar seperti Guardian, Watsons, atau Century. Atau kalau malas keluar sudah ada yang jual onlinenya di Sociolla.


4. SKII Facial Gentle Cleanser 
Walau namanya "Gentle Cleanser" tapi sepertinya break out diwajah saya diperparah karena penggunaan cleanser ini. Mungkin saya kurang cocok dengan rangkaian SKII ini. Sudah saya coba metode pemakaian on and off, baik cuma pakai cleansernya aja, atau dengan FTE, atau stempower, semuanya sama saja. Mungkin saya mengalami purging, tapi jujur saja saya belum siap kalau harus melalui fase purging. Takut malah nggak balik huhu. Udah gitu harganya mahal banget untuk sebuah cleanser. Tapi secara tekstur dan wangi sih cleanser ini oke. Teksturnya nggak bikin keset tapi juga nggak licin diwajah. Cukup pakai sedikit aja dan dicampur air udah menghasilkan busa yang lumayan banyak.


5. Laneige Multi Cleanser 
Dari beberapa product Laneige, cleanser ini yang paling saya kurang suka sih. Sebenernya dari segi tekstur dan wangi ngga ada masalah. Wanginya agak citrus-y gitu bagi saya, agak sedikit kenceng tapi mungkin lagi-lagi itu karena saya terbiasa dengan cleanser yang less-fragrance. Nah cuma, cleanser ini punya microscub yang sepertinya kurang cocok disaya, dan hasilnya kering ketarik gitu sehabis cuci muka diwajah saya yang tipe kombinasi cenderung kering ini. Jadi aja selama pemakaian ini baru beberapa kali sukses bikin muka saya kasar kaya amplas T.T.


6. Cetaphil Gentle Skin Cleanser 
Cetaphil ini kalau dikelompokkan secara tipe Cleanser Drugstore, bagi saya juara sih. Review sebelumnya pernah saya buat disini. Secara tekstur dia ini juga semacam gliserin gitu, dan untuk yang nggak suka fragrance diskincarenya, cleanser ini sama sekali paling nggak ada baunya dari semua cleanser yang klaim fragrance free. Untuk buldozer cleanser, atau sebagai pembersih langkah awal tuh saat kamu mau ngilangin semua make up bekas kondangan, this things works like insane. Lunturrr semuanya. Tapi nggak termasuk make up waterproof ya. This one you should try sih menurut saya. Dan kulit wajah saya selama pakai dia sih oke-oke aja.


7. Impress By Kanebo 
Sejak dulu saya pengguna setia produk-produk Kanebo mulai dari skincare sampai make up nya. Nah tapi belakangan, si cleanser ini udah nggak bekerja sehebat dulu dikulit saya. Ya mungkin juga karena udah bertahun-tahun saya pakai jadi kulit saya udah kebal sama cleanser ini. Tekstur dan wanginya paling favorit karena wangi nya yang lembut banget dan nggak bikin kulit ketarik sehabis penggunaan. Cuma sekarang harus saya ganti dulu karena udah nggak bekerja dikulit saya deh. Review dari penggunaan yang terdahulu, rasanya dulu saya nggak pakai banyak-banyak rangkaian skincare pas pakai cleanser ini. Cukup pakai cleanser aja dan muka saya tetep bright dan hampir nggak pernah breakout. Buat saya sih ini cleanser kaya cinta pertama gitu, walau ada cinta yang lain tapi tetap tak tergantikan dan punya tempat khusus dihati saya. Lah curcol buuuu :)))


8. Paula's Choice Clear Pore Normalizing Cleanser 
Jeng jeng jeeeenggggg!! Ini adalah cleanser terfavorit saya belakangan ini. Sejak rangkaian skincare saya dimulai dengan cleanser ini, kulit muka jadi lembut dan moist. Dan yang paling penting, pori-pori saya beneran mengecil dan bersiiihh. Wanginya juga subtle bangeettt. Teksturnya tuh bening cair gitu dan mesti rada generous sih pakainya baru akan berbusa dan jangan dicampur air banyak-banyak, cukup basahin tangan kamu aja. Cuma si cleanser ini isinya nanggung banget segala pake 177ml hahaha, buletin aja kek yah jadi 200ml kek.

Kekurangannya cuma cleanser ini jarang ada yang ready stock, kalaupun ada ready biasanya lumayan tinggi harganya. Tapi kamu bisa PO juga dibeberapa online shop salah satunya di Gorjes Id. Tapi secara keseluruhan sih saya cinta banget sama cleanser ini. This one, i highly recommended. 


Nah, itu adalah beberapa cleanser yang sudah pernah saya coba. Kalau kamu, adakah less favorit cleanser dan favorit cleanser? Do sharing will yaaa :)



Love, Tal

You Might Also Like

4 comments

  1. SKII meski mahal ternyata nggak jamin ya mba :D saya kira semuanya cocok dengan produk tersebut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, krn kan jenis kulit dan kondisi org masing2 beda.. Kalo skii ada yg purging ada yg ngga, tp sy sih blm siap kalo hrs purging dl.. Takut ga balik hehehe

      Delete
  2. Kayanya yang namanya Skin Care tuh kaya jodoh ya. Mau mahal atau nggak nggak menjamin karena setiap kulit punya reaksi berbeda. Tapi untuk Cetaphil kayanya banyak yang suka yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya niiih cetaphil oke lho ternyata dan murmerrr

      Delete

Really love to hear what you think! ;)