PANTAU 1000 HARI SI BUAH HATI BERSAMA PRIMA

3:58:00 PM






Bulan lalu saya mendapat undangan dari IDAI untuk menghadiri launching aplikasi mengenai tumbuh kembang anak pertama di Indonesia, PRIMA. Nama aplikasi tersebut adalah singkatan dari Program Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk Membangun Anak Indonesia yang bertempat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di gedung Kirana. Terus terang saya baru pernah dengar gedung Kirana ini, saya cuma tahu RSCM Kencana. Ternyata RSCM Kirana ini adalah gedung baru yang dibangun RSCM khusus untuk Ibu dan Anak.


Wah, saya surprise sekali dalam arti positif. Senang karena bertambah lagi pilihan RSIA yang dekat dengan rumah saya. Apalagi RSIA tersebut tempat dokter-dokter senior IDAI. Bicara mengenai anak, pasti kita sebagai ibu apalagi ibu-ibu baru selalu saja dihadapkan dengan hal-hal mengejutkan dalam mengurus buah hati, terutama di 1000 hari pertamanya.

Kok 1000 hari? Yep, karena 1000 hari pertama itu adalah saat-saat keemasan bagi otak anak. Dimulai dari 270 hari pertama atau sama dengan 9 bulan dalam kandungan ibu sampai anak usia 2 tahun yang berarti 730 hari atau 24 bulan. Pada acara hari itu, dihadirkan 3 pembicara dari IDAI yang merupakan para DSA senior yang mana rata-rata para DSA di Indonesia pasti kenal dengan beliau-beliau ini. Dr. Aman Pulungan SP.A(K), Dr Antonius Pudjiadi, Sp.A(K), dan juga Dr. Bernie, Sp.A(K), MPH. 

Peresmian aplikasi tersebut ditandai dengan ditekannya bel secara simbolis oleh beliau bertiga. Setelah itu, mulailah bincang-bincang dan pembeberan fakta mengenai anak Indonesia. Dimulai dari fakta kesehatan anak Indonesia yang masih banyak mengalami gizi buruk sehingga mengakibatkan stunting atau kasus anak pendek, lah gue dong??? Hahahaha. Sebenarnya kasus seperti ini bisa dihindari kalau para orang tua memenuhi kebutuhan dasar bagi seorang anak seperti :
  1. Makan-makanan bergizi sejak tumbuh benih buah hati dalam kandungan. Bergizi itu bukan berarti mahal lho ya. Banyak sekali sayur-sayuran yang murah dan sumber protein murah seperti tahu dan tempe, jamur dan ikan-ikanan yang harganya sangat murah.
  2. Berikan anak HAKnya, yaitu ASIX minimal 6 bulan. Lebih baik lagi jika diberikan hingga anak berusia 2 tahun. Keuntungan anak ASI sudah sangat banyak sekali dijelaskan diberbagai artikel.
  3. Berikan Imunisasi sesuai kebutuhannya.
  4. Perhatikan waktu beristirahat dan bermain karena dunia anak adalah dunia bermain, dan dengan bermainlah anak-anak dapat mengembangkan imajinasinya.
  5. Stimulasi motorik anak sesuai usianya.

Kemudian, Dr. Aman juga membeberkan kalau kebutuhan Dokter Spesialis Anak di Indonesia itu tidak pernah mencukupi jumlahnya. Walau di Jakarta justru berlebih dari jumlah yang dibutuhkan. Hmmmm... pantes aja banyak ibu-ibu yang suka ngantri DSA sampai berjam-jam.

Acara dilanjutkan dengan demo cara mengukur tinggi, berat badan dan lingkar kepala anak oleh Ibu Chacha Thaib yang adalah teman baik saya sendiri terutama dalam worshipping dan berkhayal tentang Song Joong Ki hahahaha, ya kan bu? :))).

 
Cindy - Saya - Chacha
Sampai dirumah saya langsung mencoba sendiri mendownload aplikasi yang sudah bisa didapatkan di Google Play secara gratis ini. Untuk app store sendiri masih dalam pengembangan, semoga secepatnya sudah bisa digunakan ya. Cukup search PRIMA dan logo P berwarna biru akan muncul diurutan pertama.

Awalnya saya cukup bingung, pasalnya saat aktivasi akun terdapat gap beberapa menit hingga kita menerima email aktivasi. Tapi akhirnya dengan sedikit kesabaran, sampai juga email aktivasi tersebut hehehe. Awal aplikasi kita diminta untuk mengisi database seperti aplikasi-aplikasi pada umumnya,

Setelah berhasil login, kita akan masuk kedalam menu yang disediakan aplikasi seperti dibawah ini. Waaaahh, jujur saja sebetulnya saya bukan tipe ibu-ibu yang perhatian sekali terhadap hal-hal macam ini. Kalau ditanya, "Nala atau Nimi udah imunisasi A atau B blom?" terus terang saya nggak hapal hahahahahahaha. Nah, aplikasi ini amat sangat membantu saya untuk tahu imunisasi yang sudah, dan harus didapat anak-anak kedepannya tanpa harus membuka buku jurnal dari rumah sakit. Tinggal klik-klik saya bisa dapat banyak info deh tentang perkembangan anak-anak.

Saya sebutkan deh satu persatu ada fitur apa saja didalam aplikasi ini:

Jadwal Imunisasi
Difitur ini tercantum tabel jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh IDAI kemudian kita bisa menyimpan data imunisasi anak. Super ngebantu buat yang ngga hapal jadwal dan nama-nama vaksin kaya saya :p.

Grafik Pertumbuhan WHO dan CDC
Di bagian ini, kita bisa memasukkan data berat badan anak, tinggi dan lingkar kepala, lalu akan diproses dan keluarlah grafik dari data tersebut seperti yang suka ada dibuku-buku perkembangan anak itu loh buibu.

Tahap Perkembangan Anak
Disini tersedia pilihan data umur anak dari mulai 0-72 bulan, jika ada hal yang dirasa kurang pada saat pengisian mengenai tahapan perkembangan anak sesuai umur, akan muncul warning untuk segera berkonsultasi kedokter. Selain itu  terdapat contoh-contoh stimulsi perkembangan motorik kasar dan halus untuk usia 0-18 bulan. Semuanya hanya dalam satu klik!.

Kuesioner Kunjungan Dokter
Kuesioner ini cukup membantu bagi ibu yang benar-benar clueless. Kadang kita juga sebagai ibu baru suka bingung mau tanya apa kedokter, saya sendiri awal-awal suka ngeblank loh kalo dokternya nawarin apakah ada pertanyaan lagi bu? Sampai rumah baru deh inget! hahaha. Dikolom ini juga dibagi kuesioner untuk anak yang sehat dan anak yang sakit.

Materi Edukasi Orangtua.
Difitur ini tersedia informasi tentang anak mulai dari membuat anak aktif, perang keluarga, support systmen, keamanan untuk anak dan sebagainya untuk orang tua. Nggak perlu repot googling kesana kemari kan?

Skrining
Pada fitur satu ini, kita dapat melakukan pendeteksian dini jika kita rasa ada kelainan pada tumbuh kembang anak sesuai dengan tahapan umurnya. Sangat membantu ibu-ibu untuk nggak cepet panik saat terjadi sesuatu dengan sang anak.





Last but not least, dibalik kesempurnaan pasti ada kekurangan. Nah begitu juga dengan aplikasi ini yang walaupun sudah oke banget tapi dalam proses pengembangannya masih ada hal-hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Masukan dari saya si ebes-ebes eles-eles ini (hahaha) adalah :
  1.  Alangkah baiknya kalau kolom untuk Data Imunisasi yang sudah dilakukan sudah bisa diakses dan diisi. Kemudian terintegrasi dengan kolom jadwal imunisasi yang tertera. Kalau sudah dilakukan jadi semacam ada checklistnya.
  2. Kemudian alangkah lebih senangnya saya kalau ada fitur untuk memberikan reminder kapan saat harus dilakukan imunisasi sesuai dengan data diri anak.
  3. Kolom Home Remedy, yaitu kolom untuk pertolongan awal saat anak mengalami demam, batuk pilek, mimisan, dan penyakit-penyakit ringan yang seharusnya dapat sembuh tanpa perlu minum obat.
  4. Kolom Warning, dimana kolom tersebut berisi hal-hal yang perlu dikhawatirkan saat anak mengalami gejala-gejala tertentu sehingga perlu perawatan dokter lebih lanjut.
  5. Kolom pertumbuhan atau informasi untuk anak berkebutuhan khusus agar ibu yang memiliki ABK pun terbantu dengan adanya aplikasi ini.
Hmmm... Dipikir-pikir enak juga yah ibu-ibu jaman sekarang, semakin dimudahkan dengan teknologi terdepan dan aplikasi-aplikasi mutakhir. Semoga saja dengan adanya aplikasi ini dapat membantu ibu-ibu untuk terus memantau pertumbuhan anaknya sehingga mengurangi tingkat kekurangan gizi bagi anak. Juga, semoga anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang gemilang karena kecukupan gizi dan perkembangan tubuh yang baik.









You Might Also Like

1 comments

  1. wah.. ini ngebantu banget buat aku nih bund.. jadi gak lupa lagi jadwal vaksinasi anak.. soalnya kalao minta suami yang ngingetin, dia nya aja suka lupa.. hehe.. makasih mba infonya

    ReplyDelete

Really love to hear what you think! ;)