JAPAN TRIP DAY 6 : FUSHIMI INARI TAISHA, KYOTO ARASHIYAMA, HAPPY TO THE FULLEST

9:09:00 PM



Melihat foto-foto ini kembali saja sudah mengembangkan senyum dibibir saya. Saya bisa merasakan kembali bahagianya kami saat ini. Dihari ke 6 ini, Nimi sudah benar-benar kooperatif dan udah nggak tantrum lagi.


Di hari-hari terakhir ini, tepatnya sejak kami pindah ke Osaka ini perjalanan jadi jauh lebih rileks dan menyenangkan. Mungkin juga karena ittinerary yang sudah tidak padat dan perjalanan kaki tidak sebanyak waktu di Tokyo sehingga membuat kami lelah.

Tiap kota ada plus minusnya sih bagi kami. Suami suka sekali di Tokyo, tapi saya suka sekali di Kyoto. Nanti dipost berikutnya saya akan cerita deh dan sharing tips-tips jalan-jalan bareng toddler supaya nggak terlalu capek.




Di hari ke 6 ini rencana jalan-jalan kami hanya ke Fushimi Inari dan Arashiyama bamboo forest. Seperti biasa karena menunggu anak-anak bangun sendiri tanpa dibangunin supaya mood mereka bagus, kami jadi baru bisa keluar apartemen rada siang. But that's okay, as long as the kids happy ibuk bapaknya pun pasti akan happy.

Pemberhentian pertama kita ke Fushimi Inari. Turun langsung didepan gate Fushimi Inari. Alhamdulillah hari itu nggak terlalu penuh kuilnya. Kita cuma naik sedikit buat foto-foto di orange gatenya itu walau nggak ada yang bagus hasilnya hahaha, abis itu jajan takoyaki walau lebih enak takoyaki-nya Matsuri.

Kurang lebih sejaman aja kita main di Fushimi Inari, lalu kita lanjut ke Kyoto dehhh.




Sampai di Stasiun Kyoto, kita keluar dari gate yang disampingnya ada monumen kereta. We were so lucky. Untuk menuju Bamboo forest, kita diharuskan melewati perumahan penduduk yang nyamaaaaaann bangettt pengen nangis.

Sambil jalan, nggak jauh dari stasiun kita lihat ada penyewaan sepeda. Langsung deh nggak pake pikir lama kita sewa sepeda. Murah kok, masing-masing sepeda hanya seharga 1000 yen untuk seharian. Sayangnya kita sampai diKyoto itu sudah sekitar jam 2 siang jadi yaahh rugi sebenernya, tapi kita semua happy banget banget banget.


 


Untung juga kita memutuskan sewa sepeda. Ternyata kalau jalan kaki dari stasiun ke Bamboo forest, terus ke Togetsukyo Bridge dan Arashiyama River itu lumayan jauh dan mesti pakai bus. Kalau naik sepeda, kami jadi bisa berhenti dimana saja kami mau untuk jajan atau sekedar menikmati pemandangan.







Sebelum mengayuh sepeda lebih jauh, kami mencari makan siang terlebih dahulu. Ada sebuah resto yang sudah tersertifikasi halal dipinggiran sungai Togetsukyo, jadilah kita makan terlebih dahulu. Alhamdulillah adik Nimi pun mau makan udon lagi dan banyak.

Selesai makan, kita menyusuri sungai dengan sepeda. Aduh rasanya sulit deh diungkapkan dengan kata-kata. Sudah lama sekali sejak saya bisa bersepeda di Jakarta. Sudah lupa rasanya naik sepeda sejauh itu. Lalu kemudian bisa bersepeda dinegeri Sakura, bareng suami dan anak-anak, plus sepedanya nyaman dan aman dikelilingi pemandangan yang cantik Subhanallah, Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?. Alhamdulillah.

Sambil bersepeda, kami melihat Rickshaw lalu lalang. Kami ketemu dengan coffee shop fenomenal diKyoto, Arabica Coffee Shop. Tapi berhubung saya nggak boleh minum kopi dan pak suami malas mengantri, plus dia juga bukan coffee lover sih, cuma occasionally aja hihi jadilah kami cuma foto-foto aja disitu. Tapi next pengen juga ngopi sambil duduk dipinggir sungai. Damai banget rasanya.



Lalu kita lanjut lagi sebenarnya kepingin ke Bamboo Forest dari arah berlawanan dari yang biasa turis datangi. Kami kepingin coba lewat hutan kecil dan bukit diujung jalan dengan rumah-rumah tradisional Jepang dikanan kami. Sayang saya nggak sempat foto rumahnya.

Tapi, berhubung hari sudah mulai sore dan kami pun harus mengembalikan sepeda, maka kami urungkan niat kami untuk mampir kehutan kecil diujung bukit sungai Togetsukyo. InsyaAllah next time kami berkesempatan untuk menyambangi hutan tersebut.

Kami menuju arah kembali ke stasiun dan penyewaan sepeda. Tapi sebelumnya kami mampir ke Bamboo Forest. Saat itu suasana cukup ramai dan hari mulai gelap. Saya hanya sempat berfoto sebentar dan kemudian kembali lagi menuju stasiun.

Karena besok adalah hari terakhir, jadi kami langsung pulang ke apartemen dan makan malam kami disponsori oleh Family Mart haha. Hari terakhir saya malah baru ketemu ikan yang tinggal dihangatkan dan rasanya enak bangettt sampe Nala juga doyan banget.

Terus nyesel banget kenapa baru hari ini tau kalau ada itu ikan. Soalnya mentok-mentok kita makannya pake telor ceplok, dadar atau nasi goreng mentega kalau males makan diluar. Lebih enak lagi kalau bawa sambel Bu Ru*y dan makannya pake nasi panas-panas. Loh jadi ngomongin makanan hahaha.

Anyway, hari itu kita bener-bener happy dan rileks banget. Dikarenakan anak-anak semua kondusif, makan lancar, dan kita cuma jalan-jalan santai nggak ngejar-ngejar kereta. It was so memorable. Bahkan anak-anak ingat banget momen kita jalan-jalan naik sepeda dan mereka minta lagi.

Insya Allah kalau kita ada rejeki lagi dan bisa kembali ke Jepang, saya dan suami sepakat kepingin jalan-jalan santai aja menikmati taman-taman, kuil serta istana-istana di Jepang tanpa harus ngejar-ngejar jam keberangkatan bis atau kereta.




You Might Also Like

1 comments

  1. Waaah, seruuu banget!
    Jepang ini jg jadi wish list destinasi traveling-kuuu

    ReplyDelete

Really love to hear what you think! ;)